Chapter 2. Weird being shows up

Baca chapter sebelumnya atau mulai dari awal.

Tepat sebelum Patrick melompat muncullah seseorang harap- harap cemas menghentikan usaha Patrick untuk bunuh diri. Mahkluk itu sama tingginya dengan Patrick, dengan sayap nya yng hitam dan seperti sayap kalelawar, dan sepertinya dia memiliki sepasang tanduk di dahinya.

“Stop, apa yang kau lakukan” katanya sambil manjatuhkan Patrick ke belakang.

“Siapa kau? Muncul tiba-tiba, aku tetap akan melompat” kata Patrick.

“Tunggu dulu lah, mari kita bicarakan dengan baik-baik” katanya lagi.

“Tidak akan”, Patrick pun dengan sekuat tenaga lari melompat kebawah tetapi dengan kekuatan makhluk tersebut, Patrick tidak jatuh melainkan melayang di udara.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Patrick panik.

“Perkenalkan namaku Emon, sebenarnya aku adalah setan yang merasuki ke dalam tubuhmu sejak 3 bulan yang lalu”.

“What??,” tanya Patrick sambil bermimik aneh.

“Lo ga usah banyak tanya, pokoknya gw butuh lo hidup-hidup.”

Jadi beginilah ceritanya:

***

Kira-kira 3000 atau 4000 tahun yang lalu, di suatu gu- nung, naiklah Musa dari dataran Moab ke gunung Nebo, lalu Tuhan memperlihatkan kepadanya seluruh kanaan, dan berfir- man kepadanya “Inilah negeri yang kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini. Engkau melihat- nya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”

Lalu matilah Musa dihadapan ribuan umat Israel, sesaat setelah itu datanglah seorang iblis yang bernama Emon menghampiri mayat Musa katanya “Akan ku buat bangsa ini menuhankan mayat Musa ini, supaya Tuhan sakit hati dan memusnahkan bangsa ini.”

Tetapi saat itu juga datanglah seorang penghulu malaikat Michael yang berniat untuk menghentikan niatan si iblis itu. Hal itu membuat mereka saling berselisih dan bertengkar.

“Kiranya Tuhan menghardik engkau”, kata Michael serius. Tetapi iblis terus ngotot ingin memperalat mayat musa. “Lebih dekat lagi, maka kau akan kupanah dengan pemanah iblis ini”, ancam Michael.

“Kau takkan berani”, kata Emon sambil mendekati mayat musa. Siuung, Panah itu mengenai tanduknya.

“Kau berhadapan dengan malaikat yang salah” Michael mengambil busurnya lagi. “Tunggu, tunggu marilah kita bicarakan dengan baik-baik, masa gitu ajah marah sih”, bujuknya.

Siuung, Kali ini yang kena adalah tanduknya yang satu lagi.

“Rasakan ini”, kata Michael sambul menyiapkankan satu anak panah.

Emon pun melarikan diri dari Michael dengan cepat. “Dasar malaikat sialan” sambil mencabut dua panah itu dan membuangnya. Panah yang satu jatuh ke laut mati sehingga menyebabkan airnya sangat asin sedangkan panah yang satu lagi jatuh ke laut merah yang menyebabkan warnanya merah.

Usaha Emon sia-sia saja karena Michael selalu mengejarnya, akhirnya setelah mencapai samudera Hindia emon membuka gerbang waktu. ZZAP, Emon pun sudah pindah ke tahun 2004.

“Si Michael itu ga bakalan ke jaman ini, bulan ini, jam ini, detik ini, mili detik ini. Haha ha ha! Kenapa yah ga biasanya dia galak amat sama gue. Biasanyakan dia sabar banget soal kegiatan di bumi ini. Lagi dapet kali ya, hehehehe…” gumamnya ngalor ngidul.

Siuung satu panah lagi menancap di ekornya. “Auwwh sakit banget, sial luh dasar hidung pesek, kaki bau, belom mandi, sakit tahu.” hujatnya sambil ngibrit. Dia pun mencabut panah itu dan menjatuhkannya. Panah itu terjatuh ke dasar samudera hindia dan menye- bakan pergeseran lempengan bumi, dan hal itulah yang menye- babkan tsunami yang sangat parah pada akhir 2004 yang lalu.

“Ke jaman yang lain ah”, katanya setelah melewati daratan Amerika. ZZAP, “Akhirnya aman juga, tetapi gue harus buru-buru pergi nih jangan sampai die ngikutin gue lagi,” tapi Michael pun terus mengikutinya kemana pun dia pergi. Akhirnya si emon memutuskan untuk merasuki setiap orang yang dia lihat, namun orang yang dia rasuki selalu ditembak oleh Michael tanpa belas kasihan. Orang yang terkena panahnya itu langsung dijemput oleh malaikat maut.

Setelah berkali-kali luput dari kejarannya, Emon pun melihat seorang pemuda yang sedang berjalan dengan ramah dan suka menolong. “lebih baik aku merasuki dia… he he he…”, katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Pemuda itu ditabrak sekencang-kencangnya hingga terpental menabrak sebuah bangunan, panah yang dilepaskan oleh Michael tidak mengenai target dengan baik sehingga mengenai seekor semut yang sedang melewati daerah itu. Semut itu pun mati dengan rohnya segera diambil oleh malaikat maut.

“Dapat kau sekarang, kau tak bisa lari lagi”. Kata Michael sambil mencibir iblis itu. “Tunggu dulu, bagaimana mungkin kau bisa selalu menemukanku”.

“Sebenarnya, aku memasang global positioning system ketika panahku mengenai engkau ditandukmu itu. Hahahaha,” Michael tertawa girang. “Sudah dulu ya, sayang sekali kau tidak menikmati pembalasan di akhir zaman.”

“Plis Michael, kita bisa omongin ini baik-baik. Gw insaaappp” kata Emon memejamkan matanya.

Tepat sesaat sebelum Michael melepaskan panahnya, datanglah Tuhan dan berkata “Hentikan! kau boleh menembak si setan, tapi jangan sampai hambaku itu terkena, kesimpulannya kau boleh menembak jika dan hanya jika si setan keluar dari tubuh hambaku itu”. Emon yang mendengar perkataan Tuhan itu kegirangan dan tentunya juga akan mendatangkan bencana besar yang akan dialami oleh pemuda itu.

***

“Begitulah ceritanya sampai kau bisa mengalami semua kejadian ini,” jelas Emon.

“Memangnya aku percaya saja kalau kau itu setan!, sebab kalau kau setan, aku adalah Tuhan!” tantangnya, “Lagipula apa hubungannya semua itu denganku? Dengan hidupku sekarang? Dan lagi, memang apa maksudmu aku menjadi korban dari pengejaranmu? Itu sangat tidak beralasan” tanyanya ngotot.

“Uuuh slow dong mas! lo tenang aja dech, sebenarnya gue khan Cuma iseng gitu ama lo, ga usah dimasukkin ke hati dong”, jawab emon dengan tenang.

“Apa? Lo bilang nasib gue sampe kaya begini Cuma gara-gara lo iseng, dan karena itu juga gue menggerutu sama Tuhan.”

“Soal itu gue ga ada urusan, lagi juga di Kitab Suci ada tertulis kalau Tuhan itu ga bakalan mencobai manusia. Emang sih kali ini seratus persen gue yang iseng.”

“Nggak mungkin alasannya sesederhana itu, pasti ada yang lain kan”, tanya Patrick lagi.

“Ya iyalah, selama ini tuh gue selalu benci sama lo, lo bernasib sial tetapi tetap berserah diri kepada Tuhan, dan tetap berbuat baik kepada orang lain. Sebenarnya gue masih pengen membuat lo lebih menderita lagi, cuman ternyata lo udah pengen bunuh diri, payah lo tau nggak.”

“Kalau gitu emang lebih baik gue mati, daripada banyak orang yang kesel sama gue, bahkan iblis kaya lo aja sampe ngebenci gue.” Katanya sambil membuang muka.

“Gue emang pengen sich lo mati, tapi gue ada perlu sama lo, dan itu juga gue perlu lo cuma waktu lo idup. Coz, kalau sampe lo mati, Michael bakalan ngirim gue kilat ke neraka.”

“Oh begitu, toh. Tapi kok lo takut ke neraka? Bukannya udah biasa kesana?”

“Emang gue udah biasa ke sana, tapi kalau untuk disiksa juga khan gue atut.”

“Kalau gitu nasib lo khan bergantung sama gue, terus kok lo jadi songong gitu sich pake bikin gw sial kaya gini. ya udah turunin gue dong sekarang.” Suruh Patrick dengan nada keboss-bossan.

“K.” kata Emon nurut.

“Lo tau khan apa-apa saja yang lo dah ambil dari gue, sekarang juga gue pengen lo balikin semuanya!” kata Patrick.

“Lo becanda? Mana bisa gue ngebalikin semua itu, ibarat tukang service, gue tu terima bongkar tapi ga terima pasang.” Kata si Emon tenang.

“Wah parah banget lo, terus gimana gue bisa ngejalanin hidup kaya begini, udah ga punya apa-apa temenan ama iblis pula, apa gua udah dicap Tuhan orang berdosa.”

“Tunggu dulu bos, waktu itu khan Tuhan bilang jangan sampe lo mati, berarti khan Tuhan masih ingin lu hidup di dunia ini, mungkin untuk menyelesaikan suatu tugas, atau apa kek, gue khan meneketehe. Tapi yang harus lu tahu yah, gue itu termasuk iblis yang paling bawahan, diatas gue iblisnya jahat-jahat banget, sampe gue aja ngeri ngebayanginnya, dan gue juga termasuk iblis yang paling ganteng loh.”

“khak! Ganteng katalu? Bener juga yah, sifat utama iblis emang pembohong, seharusnya lu ngaca tuh muke lu jelek banget, wkwkwkwkwk. Lagi juga gw heran kalo ngeliat iblis kok ada yang jujur. Wkwkwkwk, udah ah gw mau pulang dulu, gw udah cape berurusan ma lu. Mending gw tidur aja dah.” Patrick terjatuh dan mungkin terlalu lelah akan apa yang sudah dia ketahui selama ini gemana nggak lelah, masa kehidupannya yang indah belakangan ini hancur hanya karena ada iblis yang isengin dia.

Lanjut ke Chapter 3. Long rests

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s