Chapter 5. New power, new task

Baca chapter sebelumnya atau mulai dari awal.

Setelah keluarga Joe dan pelayat meninggalkan pemakaman, Patrick mendekati kuburan joe, dia berdoa disana, mengucap syukur kepada Tuhan atas apa yang terjadi. Tentang keadaannya yang sudah sembuh, dia memohon kepada Tuhan supaya apa yang dilakukannya selalu berhasil.

Selesai berdoa, Patrick pun bergegas pulang. Namun tak disangka, setelah berjalan sejauh seratus meter dari daerah kuburan itu, Patrick mendengar suara berisik dari kuburan joe, dia lalu berlari mendekati kuburan Joe. Tanah pada kuburan itu terlihat bergerak seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam kubur, Patrick hanya bisa bingung saja melihat hal itu terjadi.

“Jangan-jangan joe masih hidup di dalam kubur itu,” pikirnya.

Tetapi ketika dia berlari kembali ke kuburan itu, yaitu hendak membantu mengeluarkannya, tiba-tiba muncullah sebuah makhluk yang besar mungkin baru pertama kali dilihatnya keluar dari kubur joe, makhluk itu sangat menyeramkan. Matanya yang hitam—semua itu sangat besar, dan sayapnya yang sangat besar membentang, kira-kira 10 kaki lebarnya. Melihat hal itu, Patrick menjadi sangat takut dan berusaha kabur melarikan diri, lagipula hari sudah agak sore sehingga menyebabkan kekagetan yang sangat mendalam.

“Tolong, Waaa” teriak Patrick sambil berlari menelusuri pepohonan yang ada di sekitar pemakaman itu, tetapi tidak ada yang mendengar.

Makhluk itu justru malah semakin mengejar Patrick, dengan kecepatan yang sangat tinggi, makhluk itu menabrak tubuh Patrick dengan tanduknya yang tajam, tanduk itu langsung menembus dari punggung dan muncul dari dadanya. Patrick pun langsung tidak sadarkan diri.

***

“Hei ternyata kau sudah sadar,” tanya seseorang,

Patrick diam saja, bingung.

“Apa kabar, sudah lama kau tidak melihatku?” kata emon.

“Siapa kau? Apa yang terjadi denganku? Apa aku sudah mati?”

“Masa kau tidak ingat aku? Aku kan teman iblis mu.” Jawab Emon. “Sebenarnya tadi aku hanya bermain-main saja, tak ku sangka ternyata bisa membuatmu pingsan, he..he..he..” katanya lagi.

“Hei aku ingat!! Kau iblis yang ada di mimpiku. Bagaimana mungkin?” tanya Patrick dengan keras.

“Hei, bisakah kau tenang? Aku bisa menjelaskan sedikit.” Bujuk emon sambil merubah wujudnya. Tanduk dan ekor yang biasanya menjadi simbol iblisnya hilang, mungkin dia sedikit mirip aktor film hollywood sekarang.

“Hei kau terlihat lebih tampan. Wkwkwkwk.” Kata Patrick menyindir.

“Sebenarnya dulu ketika kau melompat, kau benar-benar terjatuh. Well, gw sama sekali ga bisa berbuat apa-apa sama tubuh lo. Untung sebelum lu jatoh gw udah menyiapkan trampolin dibawah, tapi ternyata mantul, terus lo jatuh gedebug, luka parah, ya tapi mendinglah, kalo ga ada trampolin bisa modar lo. Terus ada orang yang tolongin.”

“Kenapa kau lakuin hal seperti itu, kau benar-benar ingin sekali aku mati ya?” kata Patrick dengan marahnya.

“Woi sabar dong, lo ga inget, dengan lo sekarat, gue jadi bisa bawa roh lu ketemu sama Tuhan, masa lo lupa?” terang tuh setan.

“Tunggu dulu, sepertinya aku pernah memimpikan itu, jadi itu roh ku yang dibawa kesana, pantas saja aku kira kau hanya bagian dari mimpiku saja.”

“Aku ingin menemui mu langsung sebenarnya, tapi tuhan menyuruhku menemui mu kalau kau sudah kembali dari rumah sakit. Begitu.” Kata emon.

“Kalau begitu, apa yang menyebabkan kau kemari?” tanya Patrick.

“Hei apa kau lupa? Tubuh mu itu sudah ku rasuki, hal itu yang meyebabkan, aku bisa menampakkan diriku pada mu, selain itu juga dimana ada kau, pasti di situ aku ada, jelas?” kata emon

“Iya aku paham sekarang, tapi bagaimana aku bisa percaya kepadamu?” tanya Patrick tidak percaya.

“Well, sebenarnya, kau tidak punya pilihan apa-apa. Mau percaya mau tidak, itu urusanmu.” jawab Emon tenang. “Omong-omong, sekarang kau bisa terbang ke langit seperti ini lho, itu juga kalau kau mau,” ajak emon sambil terbang melayang.

“Benarkah aku bisa melakukannya? Bagaimana caranya?” tanya Patrick penasaran.

“Kau hanya perlu menyembahku dengan berlutut dan memohon kalau kau ingin terbang.” Kata emon.

“Jika demikan lupakan saja, aku hanya menyembah Tuhan, ya hanya Tuhan yang ku sembah.” Kata Patrick sambil meninggalkan emon.

“Hei aku hanya bercanda,” sambil terbang mendekati Patrick, “Sebenarnya ketika aku merasuki kau, kau memiliki semua kemampuanku, seperti terbang, menghilang, menghentikan waktu, berpindah tempat dalam sekejap, dan lain sebagainya.”

Wow… (suara pembaca)

“Benarkah? Sekarang aku ingin terbang.” Kata Patrick lagi, tapi ternyata dia tidak melayang. “Hei! Kau bohong lagi, aku tetap tidak bisa terbang.” Kata Patrick kesal.

“Ternyata kau bodoh, caranya begini, seperti kau menggerakkan anggota tubuhmu saja, bukankah otak yang memerintahkan itu semua bekerja? Nah, itu sama sekali tidak berbeda, untuk terbang, yang perlu kau lakukan adalah… adalah… bodo ah! Masa gitu aja ga tau sih, gua ajah ga perlu diajarin. Udahlah jalan kaki ajah.” Kata emon kesal.

“Maksud lo kayak gini.” Patrick mulai melayangkan tubuhnya, dia akhirnya bisa melayang di udara. “Wah hebat sekali” katanya, dia sudah setinggi 20 meter dari tanah sekarang. “Wuuuh aku bisa terbang,” katanya girang, saking senangnya dia tidak melihat karena kelilipan serangga, dan dia pun jatuh.

“WAAAAaahh…” katanya. Tapi emon langsung menangkapnya.

“Trim’s,” kata Patrick sambil turun dari tangkapan si iblis.

“Kau itu harus hati-hati,” bentak si emon, “kalau kau mati bagaimana?? Dasar bodoh.” Kata si emon lagi. “walaupun kau memiliki kemampuan iblis sepertiku, kau itu masih saja manusia yang lemah, kalau jantungmu berhenti kau tetap mati, bahkan kalau tidak ada oksigen juga kau akan mati. Jadi jangan ceroboh, OK.”

“O… O.. OK,” kata Patrick gagap.

“Baiklah, kalau begitu kau boleh mencoba kemampuan yang lain,” suruh emon.

“Baiklah, bagaimana kalau menghentikan waktu,” kata Patrick.

“Silahkan, kau hanya perlu berpikir seperti kau ingin berjalan, memegang sesuatu, sesimpel itu kok,” kata emon.

“Ok, sudah.” Patrick melihat bahwa sekelilingnya tidak bergerak, udara tidak bergerak, burung-burung tidak bergerak lagi, emon juga tidak bergerak. “Hei… apa kau disana?” tanyanya kepada emon sambil melambaikan tangannya ke muka emon. “Hei kenapa dia juga diam? Baiklah sudah cukup,” semuanya sudah bergerak lagi seperti normal.

“Hei kau benar, tuan iblis, sekarang aku ingin pulang, tapi bukankah aku tak punya apa-apa untuk ku tinggali,” kata Patrick.

“Dasar bodoh, untuk apa kau bingung begitu. Bukankah kemampuan dariku itu anugerah, mengapa kau begitu khawatir. Dengan kemampuanmu itu, kau bisa mendapatkan apa saja yang kau inginkan,” kata emon menghasut.

“Kau benar, aku tidak perlu khawatir. Karena aku punya Tuhan yang selalu menjagaku, untuk ukuran iblis kau benar-benar pintar,” kata Patrick memuji.

“Hei, asal kau tahu saja. Makhluk seperti kami ini mengetahui segalanya, yang terjadi di alam ini kecuali tentang akhir zaman. Untuk itu hanya Tuhan yang mengetahui, bahkan Anak-Nya pun tidak. Jadi jangan anggap remeh lagi iblis, sebab kau itu tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kaum ku.” Kata emon galak.

“Maaf kalau begitu, jelek!” Kata Patrick sambil menghentikan waktu, dia pun pergi terbang menuju ke suatu tempat. Dia tidak ingin mendengar ocehan iblis itu, sedikit pun dia sebenarnya tidak ingin bersekutu dengan iblis, atau bahkan mendengar suara iblis itu.

“Sebenarnya kau mau kemana sih?” tanya emon tiba-tiba dari belakang, Patrick kaget sampai mau jatuh dari ketinggian.

“Hei kenapa kau mengagetkan aku? Hampir jatuh tahu.” kata Patrick marah.

“Sorry, lagian ngapai lo tiba-tiba ninggalin gue,” kata si emon tenang.

“Hei, gue tuh cuman pengen ga di ganggu lo doang” kata Patrick buang muka.

“Jangan gitu dong, emang apa kesalahan gue sampe marah gitu, kalau soal yang dulu-dulu jangan diinget lagi dong. Gue kan udah minta maaf,” mohon emon.

“Bukan soal itu,” kata Patrick “sebenarnya karena gue takut gue berdosa kepada Tuhan karena bisa berteman sama iblis, gue ga pingin itu terjadi,” kata Patrick lagi, sambil berpaling dari emon.
Tapi tiba-tiba saja semuanya berhenti bergerak. Sepertinya ini bukan jurus menghentikan waktu sembarangan, karena si emon pun tidak bergerak. Patrick pun semakin bingung, sebab dia tidak tahu siapa yang melakukannya.

Tiba-tiba ada yang mengetuk punggung Patrick dari belakang, dia berpakaian putih-putih, Patrick pun familiar dengan sosok ini, Dia, yaitu tuhan yang pernah dia jumpai mungkin pada waktu dia koma.

“Bagaimana kabarmu?” tanya tuhan.

“Aku? baik, ada apa sebenarnya?” tanya Patrick bingung.

“Ada satu tugas untukmu.” Kata tuhan, “aku ingin kau sendiri yang mengerjakannya, kau mau?”, tanya tuhan.

“Ya tuhan, tentu saja aku mau. Tugas apa itu?” tanya Patrick.

“Sebenarnya, aku ingin kau membantuku mengembalikan dia ini ke kerajaan ku,” kata tuhan sambil menunjuk si emon.

“Aku mengerti sekarang, itukah tujuan tuhan mengirim makhluk seperti ini ke dalam kehidupanku?” tanya Patrick.

“Benar sekali, bagaimana pun juga kau harus bisa membuat dia mendapatkan kemuliaanku, jadi jangan sampai dia hilang dari pandanganmu.” Kata tuhan.

“Tapi tuhan, bukan kah dia itu iblis, apakah kau benar-benar… Em.. ingin menjadikan iblis ini… Emm, bertobat?” Tanya Patrick skeptis.

“Bagaimana pun, semua ciptaan adalah kepunyaan ku? Selagi ada cahaya pengharapan bersinar, walau Iblis pun, dia tidak boleh luput dari pengasihanku.” jelas tuhan.

“Baiklah, aku akan berusaha sebaik-baiknya?” kata Patrick.

“Tapi, tuhan. Mengapa tidak kau langsung berikan saja kemuliaan mu itu? Apa yang bisa seorang manusia seperti aku ini lakukan? Mempengaruhi iblis untuk berbuat baik? Kontradiksi sekali sepertinya”.

“Siapa yang kau ajak bicara?” tanya emon tiba-tiba.

“Aku berbicara kepadamu, setan,” jawab Patrick. Ternyata semuanya sudah kembali normal. Dan tuhan pun sudah tidak menampakkan diri lagi.

“Aku mau pulang saja,” kata Patrick lagi. Dalam sekejap pun Patrick sudah berada di apartemennya yang jelek. Apartemen itu kosong akan perabotan mungkin karena waktu di gondol maling waktu itu, tetapi sangat jorok dan kotor.

“Tidak ada perubahan pada tempat ini, masih saja jelek,” sindir emon.

“Seharusnya kau tidak berani berkata begitu, aku pindah ke tempat ini dahulu juga kan karena kau. Sudah kau diam saja, aku ingin istirahat, ternyata lelah juga melakukan hal ini semua.” Kata Patrick agak marah.

“Iya juga, ya. Kenapa aku tidak kepikiran,” kata emon pura-pura bego. “Btw, bukan hanya kekuatan iblis saja yang kau kuasai, tetapi sifat-sifat iblis pun akan kau bawa,” jelas Emon.

“Grooookk… Grokkk.” Korok Patrick.

“Yah.. udah ngorok aja nih orang. Bodo lah, pokonya jangan bilang gw ga ngingatkan ya, Hueehuehuee”.

Bersambung ke Chapter 6. Back to home.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s